Tugas manusia adalah menjadi manusia

Perdamaian dunia bukan hanya isu agama, ras, apalagi politik, tetapi yang lebih utama adalah isu kemanusiaan.



Setiap orang ingin diperlakukan sebagaimana halnya manusia; disayangi, dihargai, dibantu, dan dimengerti itu adalah lahiriah. Siapa yang ingin diabaikan, dibenci atau memiliki musuh, atau bahkan disakiti? Tidak ada. Tetapi dunia saat ini menjadi berbeda dari yang diharapkan. Kasus penganiayaan atau kekerasan terhadap anak semakin banyak, hak-hak sesama manusia dirampas dalam konteks apapun, bahkan untuk saling menyapa pun menjadi canggung. Puncaknya, hak hidup manusia direnggut begitu saja atas nama perang, adakah yang tidak lebih manusiawi daripada hal tersebut?

Sepatu berlumuran darah dari seorang anak
setelah roket dari Gaza, Palestina menghantam Israel

Memperlakukan sesama manusia dengan sebagaimana mestinya adalah hal yang mulai banyak dilupakan saat ini dan toleransi banyak digaungkan untuk meredam kerusakan di bumi ini. Bagaimana tidak, jutaan anak negeri kehilangan suri tauladannya di tingkat pejabat akibat banyaknya kasus korupsi, belum lagi tingkah laku public figure yang banyak menuai sensasi di media menjadi tontonan masyarakat sehari-hari. Teror, perang, dan kelaparan masih terjadi di sana-sini. Apakah mereka sebenarnya mengerti hakikat toleransi itu sendiri?

Saya rasa, semua permasalahan sosial tersebut akan dapat tereduksi apabila manusia masih mengedepankan rasa hormat dan menghargai antar sesama manusia, yang berarti mau dengan sabar, sadar, dan rasional memperlakukan sesamanya secara manusiawi sehingga tidak ada hak-hak yang dilanggar. Saya ambil contoh paling ekstrim dari kasus kemanusiaan yaitu perang di timur tengah dan terror yang mengatasnamakan jihad. Mereka mengedepankan agama sebagai isu utama dilakukannya hal tersebut. Saya sungguh tidak mengerti dan ingin bertanya, agama mana yang mengajarkan hal demikian? Apakah kita perlu berandai tidak ada agama di dunia seperti kata John Lennon? Damai, adalah nama lain dari Islam, dan dalam salah satu firman-Nya Allah mengajarkan akan matinya kemanusiaan.

.... bahwa barangsiapa membunuh seseorang bukan karena berbuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia... (5:32)


Lalu, bagaimana dengan peran dunia terhadap perang dan kelaparan yang melanda beberapa negara di dunia ini? tanyakanlah pada diri kita sendiri, atau kiranya rumput yang bergoyang tahu jawabnya.




Sumber gambar : 
commons.wikimedia.org
judul oleh multatuli

Comments

Popular Posts