Social media thrives our mindset



MINDSET - a set of beliefs or a way of thinking that determines one's behaviour, outlook, and mental attitude.


Saya menjadi heran akhir-akhir ini bahwa semakin banyak masyarakat yang mudah untuk menghakimi dan menelan informasi secara mentah-mentah. Segala informasi yang disajikan kepada kita belum tentu kebenarannya dan kita semua tahu, tetapi tidak banyak yang bisa merealisasikannya di lapangan. Apalagi paham agama semakin banyak variasi, strategi politik semakin manipulatif dan agresif, media sosial semakin bebas dan mudah diakses oleh siapapun, serta masyarakat makin apatis dan suka instan. Ketika slogan “mengenal dunia tanpa batas” dan sindiran “mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat” menjadi sangat real, akankah media sosial masih bisa memegang perannya  sebagai media komunikasi yang informatif dan mendidik?

Media sosial tidak mungkin akan berkembang ke belakang, tetapi akan tetap ada bahkan akan semakin canggih itu sangat mungkin karena tak dapat dipungkiri bahwa media sosial memberikan banyak manfaat untuk masyarakat. Besar kecilnya manfaat dan kerugian yang kita dapat dari media sosial tentunya bergantung dari bagaimana kita meresponnya. Namun tanpa kita sadari, konten media sosial yang terekspos kepada kita mampu membentuk pola pikir kita. Informasi yang kita dapat dari sumber terpercaya atau dari teman dekat dan dari khalayak ramai akan menggiring kita kepada pemikiran-pemikiran mereka.

Mau tidak mau segala yang positif dan negatif dapat menjadi benar dalam pikiran kita, tergantung apakah kita mau membaca dan mencernanya atau hanya sekedar mengabaikannya. Yang menjadi kekhawatiran adalah bila kita asal menelannya dan menjadi budak dari para trendsetter tanpa memikirkan manfaatnya untuk diri kita sendiri, lebih parahnya bila kita dapat menjadi kehilangan jati diri dan nilai sosial hanya karena terbawa arus pemikiran penulis/pembaca yang tak jarang asal berbicara tanpa berpikir panjang. Ujung-ujungnya arus sana-sini akan mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku bila tanpa dilandasi pondasi yang kuat. Siapa golongan masyarakat yang tidak memiliki pondasi yang kuat tersebut? Para remaja dan anak-anak yang masih mencari jati diri merupakan konsumen paling ringkih dari media sosial ini, selain masyarakat dengan pendidikan rendah lainnya.
Social media are tools, real time is mindset - David Meerman Scott

Apakah kita ingin berbagi atau pamer, batasan untuk hal tersebut  saat ini juga mulai kabur karena orang menjadi begitu kreatif. Media sosial tidak membatasi penggunanya untuk hanya sekedar melihat atau membaca tetapi juga untuk dengan mudahnya melakukan aksi terhadap informasi yang didapat. Dan tak jarang masyarakat terjerat kasus hukum serta mendapat sanksi sosial akibat perbuatannya di media sosial, ah rasanya tak perlu kuungkit-ungkit lagi banyak masalah yang muncul dari teknologi kekinian ini pun hal sepele seperti makna tombol "like" yang sudah berubah dan membuat kecanduan. Akan lebih baik bila kita sebagai pengguna media sosial bersikap lebih bijak seiring dengan berkembangnya zaman dan tetap memegang prinsip. Karena sejatinya media sosial diciptakan untuk memfasilitasi kita, jangan sampai media sosial justru mengontrol kita. Segala sesuatu yang dianggap terbaik oleh lingkungan belum tentu menjadi yang terbaik untuk kita, dan memiliki pendapat yang berbeda dari orang lain adalah hal wajar selama itu tidak merugikan. Sebagai orang yang berpendidikan, adalah tanggung jawab sosial untuk memberikan pengaruh yang positif karena secara tidak langsung hal tersebut akan berpengaruh terhadap orang-orang di sekitar kita dan terhadap citra kita. Kalau bukan kita yang mampu berbuat, lantas kepada siapa lagi kita berharap?

Kita adalah manusia bebas. Apakah kita memilih untuk menjadi partisipan yang cerdas yang selalu menyaring informasi yang masuk, atau partisipan yang cukup berambisi dengan menciptakan informasi buruk, atau menjadi partisipan yang apatis, atau malah menjadi partisipan idiot yang asal menerima informasi dan membaginya? Tentu kita memiliki peran. 

"Watch your thoughts, they become words. watch your words, they become actions. watch your actions, they become habits. watch your habits, they become your character. watch your character, it becomes your destiny" -anonim


Sumber gambar dan referensi:
pinterest.com
oursocialtimes.com
5 Ways Social Media Changes Your Brain : https://www.youtube.com/watch?v=HffWFd_6bJ0


Comments

Popular Posts