LOVE, the theory of everything

“Jika seseorang terpanggil menjadi seorang tukang sapu jalanan, hendaklah ia menyapu jalan sebagaimana Michael Angelo melukis atau Beethoven menciptakan musik atau Shakespeare menulis puisi. Hendaknya ia menyapu jalanan dengan sangat baik sehingga segenap isi surga dan bumi serentak menghentikan kegiatan mereka dan berkata, disini tinggal seorang penyapu jalan yang agung yang menjalankan tugasnya dengan sangat baik.”

filosofi tersebut mirip sekali dengan filosofi Jawa dimana setiap orang bebas menjadi apa yang dikehendaki, dan akan dianggap pantas serta dihormati apabila mereka menjalankan peran tersebut dengan kesungguhan. saya rasa itu tepat sekali, seseorang tidak akan dinilai hanya dari jabatannya, kedudukannya, atau kekuasaannya karena itu bukanlah suatu hal yang dapat bertahan lama. seseorang dihormati dan dijadikan panutan karena mereka melakukan perannya dengan kesungguhan. usaha, ketulusan, dan kerja keras dalam melakukan perannya itulah nilai yang tiada tara. dan hal tersebut tidak akan tercapai tanpa ada yang namanya cinta.

semakin jauh saya berpikir, saya menyadari bahwa nilai terbesar dalam dunia ini bukanlah materi maupun kedudukan atau popularitas, tetapi ibadah, keluarga, sahabat, dan yang terakhir adalah kecintaan kita akan suatu kegiatan atau bidang. mengenai ibadah, keluarga, dan sahabat sudah pasti itu berasal dari rasa cinta kita kepada masing-masing subjek karena mereka sangat berarti bagi kita selama kita hidup. dan kecintaan terhadap benda/bidang adalah hakikat serta aktualisasi diri kita. kita tidak perlu berkompetisi untuk meraih sesuatu, apalagi gelar ataupun uang, tapi kita cukup untuk menemukan kebahagiaan kita dan menjaganya. hidup tidak sepenuhnya untuk menderita, kita perlu menderita karena kita butuh untuk belajar dan bertahan.

mungkin cinta adalah hakikat hati manusia dimana ia dilebihkan dengan akal dan kasih sayang. kita bisa melihat hal ini dalam banyak hal. baru-baru ini saya membaca artikel mengenai Ibu Rima Melati yang berujar bahwa kesembuhannya dari kanker bukanlah karena terapi dan obat yang dikonsumsinya tetapi karena sang suami senantiasa bersamanya dan menguatkannya, tentang sepasang sejoli yang menua bersama hidup di tepi jalan dan yang satu menjadi mata untuk yang lain, atau tentang seorang preman bengal yang berubah drastis setelah dikaruniai seorang anak perempuan, dan tentang seseorang penderita Lou Gehrig Syndrome yang berhasil dengan karya-karya hebatnya berkat dukungan sang istri. terkadang saya merasa bahwa cinta dan kasih sayang adalah obat yang lebih mujarab daripada pengobatan medis. dan mungkin ini memang hakikat manusia yang dapat merasa dan menerima cinta dari sekitarnya. semua berasal dari cinta yang Maha Kuasa, itu adalah dasar dari semua kehidupan dan begitu pula sebaliknya. kata Jalaluddin El Rumi, cinta adalah astrolab segala misteri Tuhan. baik cinta dari langit atau dari bumi sama-sama menunjuk kepada Tuhan.

Jadi, lakukanlah sesuatu yang engkau cintai dan cintailah apa yang engkau lakukan.

Comments

Popular Posts