Second summit, above the clouds

Merbabu 3142 mdpl
Sabtu-Minggu, 30-31 Agustus 2014



“Dunia itu seluas langkah kaki, jelajahilah dan jangan pernah takut untuk melangkah. Hanya dengan itu kita bisa mengerti kehidupan dan menyatu dengannya.” (Soe Hok Gie)

dari Jalur Wekas, Magelang, Jawa Tengah
Langitnya biru, awannya yang menggantung berwarna putih cerah, dan rumputnya yang hijau membentang di sepanjang perjalanan bagaikan permadani. Burung-burung bercicit diantara dahan-dahan pohon yang tinggi, tampaknya ingin menghibur kami dalam perjalanan ini. Sesekali canda tawa dan nyanyian kami dendangkan untuk menghibur raga yang makin lelah, sementara kaki yang mulai gontai dalam menapaki jalan setapak penuh pasir, akar tanaman, dan bebatuan sesekali kami istirahatkan. Mata yang menatap lebih tajam dari biasanya terfokus pada jalanan setapak yang kami lalui alih-alih pepohonan di samping kami. Tangan kami sigap dalam menggapai batuan, akar tanaman, serta tangan teman-teman kami. Dan tujuan dari perjalanan ini adalah tanah tertinggi di Gunung Merbabu.

Lembah-lembah subur yang curam, gunung-gunung yang berjajar diantara awan, dan langit biru yang berujung di cakrawala adalah pemandangan alam yang dapat kami lihat dengan leluasa dari Puncak Kentengsongo. Gunung-gunung lain yang turut menjulang tinggi pun dapat kami lihat dengan jelas mengelilingi, ada Gunung Merapi di sisi selatan, Gunung Sindoro dan Sumbing yang berdiri megah di sebelah barat, Gunung Andong, Telomoyo, Ungaran, dan Muria yang menyapa di sebelah utara, serta Puncak Hargo Dumilah Gunung Lawu yang bertahta di timur.

Tidak menyangka bisa kembali berpetualang untuk melihat pemandangan alam yang begitu menakjubkan dengan bayaran jerih payah dan keletihan. Bukan mengenai kebanggaan bahwa kau "pernah" menaklukkan sebuah atau dua buah atau bahkan beberapa gunung, tapi mengenai perasaan sukacita, kepuasan, kebersamaan, dan ketidakpercayaan bahwa kau pernah menginjakkan kaki di tanah tersebut, bahwa kau menaruh effort yang besar dalam perjalanan tersebut, dan bahwa kau dapat melihat salah satu pemandangan alam lukisan yang Maha Kuasa yang tidak dapat kau temui dalam kehidupan sehari-hari. Sungguh menakjubkan. Someone said that it's not easy but worth it.


temanku berpose dengan latar medan pendakian dan pemandangan yang memanjakan mata.
tampak puncak watu tulis dengan pemancarnya


suasana perkemahan kami di pos 2 sebelum hari menginjak malam, kabut terkadang turun


latar medan pendakian kami yang curam dengan pepohonan dan langit birunya,
namun kami sangat bersemangat dan antusias


menyaksikan senja yang berganti malam


dari puncak tertinggi Gunung Merbabu, awan mulai turun saat matahari sepenggalah naik.
apakah kami benar-benar di atas awan?


lihatlah lembah Indonesia yang subur dengan samudra langit dan gunung-gunung yang bertahta diantaranya

Perjalanan mendaki sebuah gunung sedikit banyak akan mempengaruhi jiwa para pendaki. kecintaan akan lingkungan, Tuhan, dan Negara Indonesia akan bertambah seiring dengan pengalaman yang semakin banyak dalam mengeksplorasi alam. kau akan mengerti bahwa pemandangan yang menakjubkan ini ternyata ada, milik kita, dan akan senantiasa disana menunggu kita untuk dilestarikan dan disapa. dan nikmat Tuhan yang manakah yang akan kau dustakan?



“Tidak akan hilang pemimpin suatu bangsa bila pemudanya masih ada yang suka masuk hutan, berpetualang di alam bebas dan mendaki gunung.” (Henry Dunant)





Sumber gambar : 
Dokumentasi pribadi

Comments

Popular Posts