Happy Fasting. Diet? No

Diet (v/n) - 
pengaturan pola makan untuk mendapatkan nutrisi yang seimbang bagi tubuh. berbagai jenis makanan yang dibutuhkan oleh makhluk hidup. kata-kata yang sering dikeluarkan oleh kaum hawa sebagai alibi untuk menolak makanan demi calon suami idaman, walaupun selalu kalah sama yang namanya makanan gratis.



Kaum hawa memang sering dikaitkan dengan yang namanya diet. namun, saya kurang setuju dengan penggunaan kata ini untuk menggantikan yang namanya calorie restriction. diet adalah pengaturan pola makan sehat sehari-hari dengan jumlah minimal kalori adalah sebesar 1.200 kalori per hari. Sementara calorie restriction adalah pembatasan intake kalori dari makanan untuk tujuan medis maupun non medis, orang yang menjalankan program ini bisa hanya mengonsumsi kalori sebesar 600 kalori setiap harinya. puasa merupakan salah satu jenis diet, entah itu dibarengi dengan calorie restriction maupun tidak.

puasa sebagai salah satu cara menurunkan berat badan dirasa kurang tepat karena faktanya dengan berpuasa kita menurunkan basal metabolic rate atau laju metabolisme basal tubuh. penurunan basal metabolic rate yang diikuti dengan menyantap makanan setelah berpuasa akan mengurangi penggunaan nutrisi hasil pencernaan makanan oleh tubuh, sehingga tubuh justru akan cenderung menimbun hasil pencernaan makanan. selain itu, menurut ahli, berpuasa tidak akan mengurangi substansi sel dan jaringan sehingga tampak lebih kurus, melainkan berpuasa akan menghilangkan cairan yang disimpan dalam tubuh. hal ini secara implisit mengatakan bahwa dengan puasa kita cepat kehilangan berat badan tetapi juga cepat mengembalikan berat badan. 

untuk menurunkan berat badan dan membuat tubuh kita kehilangan beberapa substansi lemak yang berlebihan, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu mengenai pengaturan sistem di tubuh terkait penyimpanan energi. ketika seseorang berpuasa, substansi tubuh yang pertama kali akan terkuras adalah air sehingga kita rentan dehidrasi. kemudian diikuti dengan katabolisme zat penghasil energi, yaitu yang pertama dirombak adalah glukosa, kemudian lipid/lemak, dan terakhir protein. glukosa banyak beredar di dalam darah dan kekurangan glukosa yang ekstrim dalam darah saat kita berpuasa akan menyebabkan hipoglikemia. sementara lipid banyak disimpan di jaringan subkutan/bawah kulit dan organ-organ dalam, katabolisme lipid akan menyebabkan lingkungan tubuh dalam keadaan acidosis/asam. serta protein banyak tersimpan dalam otot sehingga katabolisme protein akan menurunkan massa otot dan membuat kekuatan otot menjadi berkurang. hal-hal tersebut terjadi ketika kita melakukan puasa tanpa disertai dengan asupan nutrisi yang tepat.

terlepas dari kontra mengenai puasa, maka saya paparkan pula keuntungan puasa dari segi medis. puasa dapat mendetoksifikasi tubuh, hal ini karena ketika kita melakukan katabolisme lipid maka kita secara otomatis akan mengeluarkan dan menghancurkan toksin dan produk buangan yg umumnya tersimpan dalam lemak. selain karbohidrat dan lemak, puasa juga memaksa sel darah putih untuk didaur ulang dan dikatabolisme guna menyimpan energi, sehingga akan memacu sel-sel hematopoietik untuk meregenerasi sel-sel sistem imun. kondisi ketosis yang mengandung banyak keton juga bermanfaat dalam melindungi sel-sel saraf dari proses neurodegenerative, serta puasa akan meningkatkan sensitivitas insulin dalam pengaturan gula darah pada orang normal.






Puasa intermitten sekarang mulai banyak dilakukan, entah itu puasa sebagai ibadah (e.g. puasa sunah senin-kamis, puasa daud, puasa prapaskah ) maupun puasa sebagai diet untuk menjaga tubuh tetap ideal dan sehat (e.g. puasa LeanGains, alternate day fasting). dalam melakukan puasa yang sering tapi kontinyu ini, maka tubuh akan mengalami adaptasi. sekitar 3-6 minggu pertama tubuh akan merasa sangat lapar,mudah teriritasi, demam, emosi tidak stabil, lemas, dan banyak efek negatif lainnya. namun, seiring dengan proses adaptasi tersebut, tubuh akan makin terbiasa dengan menurunkan level rasa lapar, emosi semakin seimbang, pengaturan kebutuhan energi, dan lain sebagainya sehingga puasa intermitten akan mendatangkan banyak manfaat kepada individu yang menjalankannya, bahkan sering dikatakan bahwa puasa terbukti memperpanjang usia harapan hidup seseorang.

lalu bagaimana bila kita ingin berpuasa sekaligus ingin menurunkan berat badan? apakah itu tidak mengganggu keseimbangan nutrisi tubuh? nah, untuk hal ini Anda harus melakukan puasa dengan restriksi kalori pada makanan Anda, tapi usahakan semua nutrisi tercukupi. restriksi kalori dilakukan dengan mengurangi makanan yang banyak mengandung karbohidrat/lemak tanpa mengurangi makanan kaya mineral dan nutrisi lainnya seperti sayur dan buah. berolahraga saat puasa juga dapat mempercepat katabolisme lemak, namun perlu diingat bahwa olahraga yang dilakukan haruslah tidak terlalu berat seperti jogging. olahraga yang efektif untuk menurunkan berat badan adalah olahraga yang terkait dengan beban kerja otot dan bukan terkait dengan frekuensi olahraganya.

puasa ini sendiri tidak dianjurkan dan cenderung dilarang untuk beberapa individu, yaitu individu yang sedang mengandung dan menyusui terkait asupan nutrisi yang kontinyu untuk anaknya, individu penderita diabetes mellitus atau gangguan pengaturan glukosa darah karena dapat menyebabkan hipoglikemi yang parah terkait pengobatannya, individu yang menderita malnutrisi, dan orang-orang yang lanjut usia, serta individu dengan gangguan hati, ginjal, dan jantung yang parah.



A diet changes the way you look, a fast changes the way you see -Lisa Bevere





Sumber gambar dan referensi : 
easacademy.org
translate.google.com
www.pinterest.com
www.webmd.com
www.telegraph.co.uk
www.mensjournal.com
www.leicestershirediabetes.org.uk

Comments

Popular Posts