Fear

Cemas dan takut kerap kali mewarnai emosi kita. Tak jarang hal tersebut bisa menimbulkan fobia tersendiri bagi individu tertentu. Namun, terlepas dari sisi buruk tersebut, setiap hal selalu memiliki sisi yang menguntungkan, begitu pula kecemasan dan ketakutan. Kenapa bisa?

kecemasan dan ketakutan yang kita rasakan merupakan sebuah pewarna kehidupan. sebuah tantangan tepatnya. bayangkan jika anda tidak memiliki rasa takut atau cemas sama sekali, hidup terasa hambar. hebat mungkin, tapi semua terasa begitu datar. kecemasan dan ketakutan yang datang membuat kita enggan melakukan hal-hal yang baru. itu wajar karena kita tak mau ambil risiko. namun, jangan biarkan hal tersebut terus-menerus menghantui kita dan menghentikan kita untuk mencoba sesuatu hal yang baru. why? sebab pada dasarnya sesuatu yang baru itu adalah pengalaman yang akan semakin memperluas wawasan kita, sesuatu yang akan membuat kita hidup karena sesuatu yang baru dalam dunia ini tidak pernah akan habis, sehingga kita harus terus mengumpulkannya ke dalam kotak mozaik kehidupan kita agar kita bisa mengerti lebih jauh tentang dunia ini.

well, kecemasan (anxiety) dan ketakutan (fear) pada dasarnya adalah berbeda. kecemasan merupakan tindakan yang lebih identik karena kita merasa psikis kita dalam bahaya, sedangkan ketakutan cenderung pada tindakan yang disebabkan karena bahaya yang mengancam fisik kita. kadangkala keduanya muncul secara berlebihan dan kita biasa menyebutnya dengan  fobia. tidaklah mustahil jika kita bisa membunuh dan memendamnya rapat-rapat. namun perlu diingat bahwa semua butuh proses. banyak cara yang dapat ditempuh untuk menghilangkan kecemasan dan ketakutan tersebut. pada dasarnya semua tergantung dari pemikiran kita. cobalah untuk selalu berpikir positif terhadap hal yang kita takuti, kumpulkan informasi dan pelajari/analisis karakternya, lalu berikan sebuah kepercayaan pada diri sendiri dan lakukan dengan tegas, berani, dan tepat. mungkin saya bukan ahlinya dalam memberikan sebuah saran dan memang karakter setiap orang berbeda dalam menghadapi ketakutan, saya sendiri pun juga masih dalam tahap belajar, tetapi setidaknya saya disini hanya ingin berbagi dengan anda. para pembaca, pernah saya mengalami suatu pengalaman dimana saya takut akan kedalaman kolam renang. hal tersebut terjadi bukan karena trauma dan sebagainya, namun lebih kepada pemikiran saya yang terkurung doktrin. lebih jauh saya memahami karakter saya, dan akhirnya saya dapat menemukan jalan dalam menghadapi ketakutan saya.
"Jika kamu dalam ketakutan dan kegelisahan, maka diamlah. tenangkan hati dan lihatlah waktu", begitu guru saya menyarankannya.
semua terasa begitu menantang. ada harapan, ada kemauan, ada waktu, dan ada usaha keras, maka tak ada yang mustahil di dunia ini. beranilah menatap dunia beserta semua isinya, entah itu yang menyenangkan maupun memuakkan, karena jika anda berani untuk hidup berarti anda berani untuk mati. Ketakutan yang dibiarkan bukanlah sebagai pewarna kehidupan, melainkan ketakutan yang ditanggapi sebagai suatu tantangan untuk dapat mengalahkannya-lah yang kita sebut sebagai pewarna kehidupan.

If you like to swim, then don't be afraid of how deep the depth and how far from the edge. Because you can. And just remember that love can win everything, especially fear.




sumber gambar dan referensi :
       forget-hiro.blogspot.com
       thunderboltgames.com


Comments

Popular Posts