Designer Skyline
Seperti para arsitek yang melahirkan karya-karya dunia dengan bangunan-bangunan nan indah dan megah, menciptakan gedung-gedung pencakar langit, dan tak berhenti menciptakan inovasi dalam lingkungan kehidupan masyarakat global. Mereka melukis langit.
Melukis langit, kata yang indah bukan?
Membaca kata 'melukis langit' mungkin membuat anda terngiang-ngiang oleh gambaran dimana kuas bercat sedang berlenggak-lenggok di langit membentuk sebuah lukisan yang bisa dilihat oleh banyak orang, indah, dan berwarna-warni. -Tak salah, itulah yang sedang saya pikirkan ketika membuat tulisan ini-. Membayangkan langit yang begitu indah itu dilukis oleh tangan manusia merupakan pemandangan yang luar biasa, menarik, dan menggugah semangat. Namun, hal tersebut tidaklah mudah untuk dicapai dan dilakukan. Sangat dibutuhkan usaha keras, pengetahuan, dan keberanian. Saya kira Tuhan pun setuju bahwa kehidupan ini membutuhkan orang-orang yang luar biasa, orang-orang yang mau dan mampu berdedikasi di bidangnya masing-masing dengan ikhlas. Dunia ini rindu akan mereka yang tertawa senang bukan karena apa yang telah mereka lakukan pada dunia, tapi tertawa karena mereka menjadikan sebagian dunia ini sebagai tempat tinggal mereka untuk berkarya dan menorehkan bekas-bekas karyanya. Bumi ini rindu akan orang-orang yang jujur dan berpegang pada kebaikan dan kebenaran, bukan pada mereka yang melukiskan tinta-tinta hitam sebagai noda yang memalukan. Langit ini rindu untuk melihat manusia-manusia suci lahir bukan untuk meneruskan kehidupannya dengan jalan yang menyimpang, melainkan manusia-manusia suci yang meluruskan jalan. Yang dirindukan dunia dan langit itulah cat yang berwarna-warni, bukan hitam.
![]() |
| learn to correct is common, but learn to wrong is different |
***
Seperti takdir dan kesucian, mungkin ada pula orang yang berpendapat bahwa setiap manusia dilahirkan dengan cita-cita, sekecil apa pun itu. Dan tak bisa disepelekan,terkadang cita-cita itu mampu menuntun diri kita untuk melewati hidup dan kehidupan, terkadang pula cita-cita mampu membentuk sebagian sisi pribadi dan karakter kita. Itu nalar dan masuk logika karena pada hakekatnya kita adalah seperti apa yang kita pikirkan atau dengan kata lain diri kita bisa secara spontan memvisualisasikan apa yang ingin kita capai di masa depan. Tak ada yang salah dengan itu semua, saya anggap itu sebagai hal yang wajar atau natural meskipun ada pula orang yang memang benar-benar berbeda dalam menyikapi kehidupan dan cita-citanya.
Jadi, siapkah Anda menjadi designer skyline yang dirindukan dunia?

Comments
Post a Comment