Rumah Kenangan
Dunia seni teater mulai menggeliatkan eksistensinya. Di tengah wabah pandemi kini, para seniman tidak kehabisan cara untuk tetap memberikan tontonan yang edukatif dan menghibur untuk para penikmat. Hal ini penting untuk diapresiasi karena mereka tetap gigih untuk berkarya, sementara banyak diluar sana para pekerja dirumahkan dan kegiatan sosial ekonomi diambang kelesuan. Lalu, apa yang menarik dari hiburan kali ini?
![]() |
Butet Kertarajasa, Ratna Riantiarno, Happy Salma, Susilo Nugroho, Reza Rahardian, dan Wulan Guritno bermain dalam teater daring Rumah Kenangan
Mengadakan pementasan di tengah pandemi merupakan sebuah keberanian, keputusan yang diambil dengan berbagai pertimbangan mulai dari protokol kesehatan, pertunjukan secara daring, penjualan tiket, pun kondisi sosial ekonomi yang menghimpit para pelaku dan pegiat seni. Sebuah adaptasi pertunjukan yang disebut dengan cinema play ini terbilang sempurna. Kritik dan saran tidak terlepas dari faktor teknis penayangan menggunakan daring yang bergantung pada kualitas internet tiap penonton. Tapi tim produksi cukup bijak menanggapi hal tersebut dengan mengeluarkan aturan yang fleksibel dan tetap mengedepankan akses yang eksklusif bagi para pembeli tiket.
Mengangkat tema keluarga, teater daring rumah kenangan dibalut suasana yang hangat dan harmonis pada ujung pementasan. Konflik dimunculkan dengan beberapa perspektif dari para pemain, dengan begitu penonton dilatih untuk meramu cerita dan tidak cepat menyimpulkan atas satu dua informasi yang didapatkan. Hal ini tentunya tidak terlepas dari karakter tiap tokoh yang diperankan dengan begitu kuat dan menonjol, dan masing-masing memiliki peran yang besar dalam pementasan. Menghadirkan penampilan dari Reza Rahadian yang bernyanyi sembari memetik gitar, tata panggung yang sederhana, tidak ada cut to cut, proses produksi yang unik, dan tentunya talenta luar biasa dari tiap pemain menjadikan pertunjukan ini terasa spesial.
Pesan yang disampaikan sangat berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Mengenai bagaimana seorang dewasa bersikap dan berperan dalam rumah tangga, hubungan antar anggota keluarga, hingga etos kerja dalam profesi yang kita geluti. Komunikasi adalah kunci dari berbagai hubungan, alih-alih berasumsi sebaiknya dibicarakan secara baik-baik. Harus berani dan terbuka karena isi kepala orang siapa yang tahu, bahwa cinta tak pernah sia-sia adalah kalimat penyejuk yang menyatukan keharmonisan keluarga. Pementasan ini semakin menguatkan saya bahwa dalam situasi apapun, berpikiran positif akan selalu menjadi pilihan yang lebih baik. Bahwa melihat dengan kasih sayang akan membuka banyak perspektif, sebaliknya melihat dengan kebencian akan menutupi banyak kebaikan dan keindahan.
Bekerja dengan penuh dedikasi dan sepenuh hati akan profesi yang kita geluti tidak akan pernah rugi, justru kita akan bertumbuh bersama dengan kecintaan kita. Para pemain berlatih secara online sebelum akhirnya dipertemukan dalam kondisi pandemi yang harus mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Bahwa mempelajari sesuatu yang baru demi peran yang totalitas akan selalu menyenangkan. Aaah, saya merindukan menikmati pertunjukan secara langsung yang sering dipentaskan di Yogyakarta, lengkap dengan musik, dialog, oleh tubuh pemain, dan tepukan riuh penonton yang menarik kita untuk dengan mudahnya terbawa suasana, merasakan kerja keras dan keringat para lakonnya.


Comments
Post a Comment