Buku bagus, apa itu?


Bagi saya, membaca tidak hanya kegemaran. lebih dari itu adalah usaha untuk berpikir mengkritisi karya orang lain dan utamanya adalah bentuk apresiasi karya, entah itu sebagai karya tulis maupun sebagai karya seni.

Buku bagus? saya tidak menyebut bahwa hanya buku tertentu saja yang layak untuk dibaca. akan tetapi, disini saya akan sedikit berbagi tentang bagaimana memilih buku yang berkualitas dan sesuai dengan keinginan kita, yaitu menyenangkan untuk dibaca. berkualitas? lagi-lagi saya tidak mengatakan bahwa ada buku yang tidak berkualitas. bagaimana pun setiap buku menyajikan ilmu pengetahuan dan sudah semestinya itu layak untuk dibaca. buku berkualitas merujuk pada buku-buku populer yang patut untuk diapresiasi lebih, pertama karena konten bukunya dan kedua karena detail kemasan yang menarik. menurut saya, tidaklah begitu sulit untuk berproses menyajikan tampilan buku yang easy to read karena itu bergantung pada desain dan imajinasi. lalu , seperti apa buku yang bagus menurut saya? berikut ada beberapa tips untuk membeli buku, mengoleksi buku, dan merasai setiap buku yang terbeli adalah berharga untuk diselesaikan. 

1. Desain sampul. apakah anda tergolong penikmat seni, estetika, atau sejenisnya karena setiap orang memiliki standar masing-masing. jangan melihat buku hanya dari sampulnya, tetapi sampul buku dapat menjadi salah satu daya tarik tersendiri. saya penikmat seni, dan sampul buku menjadi salah satu hal yang penting bagi saya, tak terkecuali tanpa mengabaikan konten buku tersebut.

2. Judul buku. tidak provokatif, tidak terlalu panjang, tapi terkesan to the point dan tersirat. terkadang judul buku juga dibuat singkat tetapi penuh makna, oleh karenanya penting bagi kita untuk terkadang membaca ringkasan singkat isi buku atau pengantar buku. saya menyukai buku yang elegan, butuh usaha lebih, menantang, dan pastinya berharga untuk dibaca.

3. Tulisan pada halaman dalam. bagaimana bentuk huruf, ukuran huruf, jarak antar baris dan paragraf, jeda antar bagian, serta perhatikan juga ilustrasinya. buku profesional dan berkualitas juga mengedepankan estetika sehingga pembaca tidak kesulitan dan nyaman untuk membaca setiap halamannya. gaya bahasa menjadi salah satu yang perlu diperhatikan pula, apakah terkesan terlalu tendensius? santai? banyak percakapan? atau menggunakan bahasa sastra yang tinggi seperti naskah asli Kisah Romeo Juliet karya Shakespeare?

4. Daftar isi. apakah dari daftar isi tersebut mencakup informasi yang kamu butuhkan? apakah daftar isi secara keseluruhan menarikmu untuk membaca lebih detail? daftar isi yang tidak bertele-tele dan mewakili setiap bab akan membuat pembaca dapat menarik garis besar isi buku. hal tersebut penting sebagai daya tarik. memunculkan rasa penasaran sekaligus jaminan bahwa buku tersebut memang layak dibaca sampai selesai.

5. Riwayat cetakan. Buku populer biasanya akan mudah cetak ulang dalam beberapa bulan kecuali jika yang anda pegang adalah cetakan pertamanya. banyak faktor yang membuat sebuah buku mengalami cetak berulang kali, lihat pula spektrum pembaca dari buku tersebut. terkadang buku berkualitas hadir dari lintas zaman dan akan terus naik cetak karena selalu sesuai untuk spektrum pembaca di dekade yang berbeda, misalnya saja buku-buku sarat makna karya Pramoedya Ananta Toer atau karya sastra klasik seperti karangan Jane Austeen.

6. Penghargaan? tidak jarang buku berkualitas memiliki sumbangsih yang besar terhadap peradaban umat manusia. dari segi sosial budaya, sastra, sejarah, dan bahkan menjadi inspirasi bagi kebanyakan orang. buku-buku tersebut telak diakui oleh banyak orang dari berbagai kalangan, dan penghargaan terhadap karya buku tersebut adalah puncak pembuktian dan apresiasi. buku adalah alat berbicara dari pikiran ke pikiran, tidak heran bila buku dapat mengubah persepsi banyak orang. salah satu penghargaan karya sastra terbesar adalah pulitzer, To Kill A Mockingbird dari Harper Lee adalah salah satu pemenangnya.

7. Be yourself. walaupun buku tersebut cetak ulang berkali-kali, ditulis oleh public figure terkenal tapi kalau kontennya tidak sesuai dengan kita janganlah tergesa-gesa untuk membeli hanya karena mengikuti selera pasar. Pertimbangkan juga bahwa bila kita membaca buku yang kebanyakan orang baca, maka pemikiran kita akan seperti orang kebanyakan. terkadang juga, mengetahui apa yang orang lain pikirkan adalah sebuah pelajaran. Bukumu mengisi rongga kosong di otakmu dan menentukan perjalanan hidupmu ke depannya. 





The last, jangan lupa bahwa bagian terpenting yang perlu diapresiasi dari sebuah buku adalah kontennya. perlu diketahui bahwa tidak semua penulis rela untuk menekuni suatu bidang hanya untuk menulis suatu buku, melakukan riset dan observasi bertahun-tahun untuk menguraikan pemikirannya sekaligus menjawab segala pertanyaan dari dirinya sendiri sebelum pembaca mempertanyai dirinya. tidak semua penulis pandai menyampaikan apa maksud pikirannya secara menarik, luwes, indah, dan tidak bertele-tele dalam susunan kata-kata. tentunya, gaya bahasa tiap penulis berbeda, pun pembaca memiliki seleranya sendiri. oleh karena itu, yang terakhir ini saya serahkan kepada pembaca sekalian. dengan membeli buku cetakan asli, maka kita tidak hanya mengapresiasi penulis dan karyanya, tetapi juga diri kita sendiri. be wise and be yourself!

BUKU memang ajaib. membawanya kemanapun berada, seakan kita memiliki kebebasan hati dan pikiran. koleksi buku adalah warisan paling berharga karena setiap lembarnya memberikan sumbangsih terhadap pemikiran kita. terkadang, buku adalah representasi dari perkembangan dan pola pikir. buku favorit saya adalah tentang isu sosial, karya sastra penuh moral, biografi, sejarah, prinsip beragama, dongeng yang kaya imajinasi, dan self development. kamu?



Sumber gambar : ofstacksandcups.blogspot.com

Comments

Popular Posts