YOUR TIME, Enjoy it!

apa yang lebih bijaksana dari hujan bulan juni?

tebak-tebakan macam apa itu. bahkan bumi pun mungkin tak tahu, tak ada yang membisiki. karena ia tahu isi kepala ini bervariasi, memilih saja menjadi saksi dari perjalanan berjuta insani. selalu sama, di belahannya yang mana saja. waktu GMT nampaknya tak berlaku bagi individu-individu yang mengerti. 

sedikit penat melihat rutinitas beberapa sudut kehidupan yang seolah dikejar waktu, bukan saya nampaknya dan bukan selera. beberapa orang berkata ingin di usia sekian sudah menyelesaikan pendidikan, beberapa tahun lagi mendapat rumah, mobil, jabatan, atau sekarang mau menikah saja! lantas kalau tidak tercapai sesuai dengan target bagaimana dong. nah lho, apa iya semua angan tersebut selalu bisa jadi patokan? memiliki rencana itu sungguh perlu, tetapi menjalani keseharian dengan kehadiran dan memiliki tujuan adalah lebih menyenangkan. KEHADIRAN, dimana kita hidup pada hari itu, menghabiskan waktu dengan hal berharga, dengan orang tercinta, bersikap dinamis terhadap peristiwa di sekitar kita, dan menjadi diri kita sendiri. tidak apatis, mengapresiasi hal baik yang ada. TUJUAN, setiap tindakan dipertimbangkan dengan matang, apakah langkah yang diambil akan mendekatkan kepada tujuan atau sebaliknya, tidak begitu pamrih, agar kita tidak terombang-ambing, menjalani kehidupan dengan fokus pada sesuatu hal akan memberikan makna yang lebih besar bagi diri kita dan sekitar. karena kita bukan manusia super.

bagi saya, menghabiskan waktu dengan hal yang produktif dan bermanfaat adalah jauh lebih bijaksana daripada perencaan matang yang dipersiapkan dengan seadanya. setiap menit dan setiap detik memiliki makna, saya ingin selalu menikmatinya dengan frekuensi yang santai tetapi mantap. tidak risau, bersitegang. hidup selalu ada naik turunnya, cukup dijalani dengan kewajaran dan kebersahajaan. toh rezeki tidak dapat dipaksakan kapan akan turun kepada kita, tidak bisa dipaksakan bahwa itu memang rezeki kita atau bukan. ada yang menyesal karena masa muda tidak dihabiskan dengan melihat dunia luar, ada yang menyesal bahwa rumah tangga yang kini sudah retak tidak diperjuangkan sejak awal, ada yang menyesal lantaran ambisi pribadi mengalahkan kehadiran orang tersayang. semua ada batas, Allah tidak menyukai sesuatu yang berlebihan pun yang digantungkan selain diri-Nya.

sama halnya dengan materi yang disebut dengan uang. dimana-mana dicari, diusahakan dengan berbagai hal, padahal semua sadar uang bukan segalanya tetapi uang dibutuhkan untuk hidup. lantas kalau sudah memiliki uang yang berlebih? apakah usaha mencari uang dapat mengalahkan nikmatnya hidup dengan orang terkasih, mengalahkan hidup dengan kebersamaan, dan mengalahkan nikmatnya ketenangan batin? untuk apapun uang, selama dipergunakan untuk hal yang benar-benar bermanfaat, di waktu yang tepat maka bukan boros lagi namanya. uang dapat dicari, tetapi kebijaksanaan hidup atas pilihan-pilihan yang kita buat tidak dapat dibeli. tips dari Dalai Lama, seni menjadi bijaksana adalah tahu apa yang harus dilepaskan dan apa yang layak diperjuangkan. saya pun tak memiliki kebijaksanaan sebesar itu, masih dalam tahap belajar dan terus semangat untuk menjadi lebih baik. 




bahkan merencanakan sesuatu dengan matang, penuh kesabaran, dan diiringi dengan doa adalah salah satu bentuk perjuangan pertama-tama. waktu tak akan kembali, dan uang bisa dicari. spend it wisely!

Salam hangat,
kota ini berbeda dengan Jogja yang selama ini aku tinggali. mentari pagi lebih sering datang terlambat dan senja begitu juga. tetapi karunia Allah tidak pernah tertunda, selalu menyapa sejak membuka mata




Sumber gambar :https://news.files.bbci.co.uk

Comments

Popular Posts