Film Negeri, adakah dikau peduli?

Seni memang tidak diciptakan untuk bisa dipahami oleh semua orang, apalagi bagi yang bukan penikmat seni itu sendiri. begitu pula dengan sastra. padahal melalui keduanya, pesan moral dan pendidikan akan lebih mudah tersampaikan. naasnya, seni dan sastra lokal tidak ditakdirkan untuk tumbuh subur di bumi pertiwi. bila remaja dan generasi muda sekarang lebih mengenal hasil kreasi dan karya seni luar daripada dalam negeri, adakah yang salah disini?


Fenomena sehari-hari yang tak asing di telinga saya berbisik dan berkelebat menyatakan bahwa film asing lebih layak ditonton daripada film dalam negeri, setidaknya begitu yang saya tangkap dari beberapa teman dan kerabat. saya mengerti benar mengapa mereka bersikap seperti itu. cukup sudah kekecewaan pernah menghampiri mereka ketika melihat film Indonesia dengan animasi standar, atau film dengan plot yang tidak jelas dan berlarut-larut, atau lebih parahnya lagi film berbau porno yang dibungkus dengan judul horor yang tidak rasional dan hanya mengandalkan artis-artis bertampang mulus menghabiskan uang mereka. sungguh disayangkan jikalau perfilman Indonesia masih didominasi oleh aspek hiburan dan komersialitas belaka. ya komersil, karena mereka lebih memperhitungkan pembuatan film dengan modal minim untuk meraup untung yang lebih banyak melalui genre dan tema klasik sesuai dengan nafsu penonton tanpa memperhitungkan esensi filmnya. lantas apakah pembuatan film berkualitas membutuhkan modal besar? tidak selamanya.

Saat ini, kita pemuda yang dibangga-banggakan negeri malah secara terang-terangan lebih banyak mengapresiasi film asing, seolah-olah mengabaikan dunia perfilman sendiri. tidak salah memang karena kualitas mereka juga jauh lebih bagus. tetapi kita juga harus sadar bahwa industri hiburan kita juga membutuhkan dukungan. kita sebagai penikmat film tidak boleh begitu saja menutup mata dan menjadi antipati terhadap film Indonesia. kita tahu benar bahwa beberapa film Indonesia memang berkualitas karena didukung oleh pelaku seni yang konsisten dengan idealisme mereka, yaitu mendidik sekaligus menghibur penonton melalui seni peran. sebut saja salah satunya Reza Rahadian dengan film Alangkah Lucunya Negeri Ini. rupa-rupanya peristiwa ini tidak hanya didasari atas kualitas semata, tetapi juga mental penonton yang menganggap bahwa menonton film Indonesia adalah hal rugi karena versi bajakan akan lebih cepat keluar daripada film asing. kalau bukan kita yang mengapresiasi dan membayar kreativitas mereka, lantas perlukah seni peran Indonesia diperjuangkan? dan hal ini tidak hanya terjadi dalam industri perfilman saja, tetapi juga dalam industri musik tanah air. sekarang tinggal bagaimana kita menyikapi gap yang terjadi dalam industri hiburan di Indonesia. 

Mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik, begitu kata Bapak Anies Baswedan dan saya setuju dengan beliau. artinya disini dibutuhkan peran dari dua sisi kaum terpelajar, yaitu dari segi penonton dan dari segi pelaku seni peran. pelaku seni peran sudah seharusnya menyingkirkan ego untuk tidak hanya berpikir mengenai komersialitas belaka tetapi lebih dari itu, bukankah film yang berkualitas akan menarik banyak penonton juga? seharusnya. sementara penonton harus bersikap lebih bijak dan adil bila ingin mengabaikan film Indonesia, tidak selamanya dan tidak semua film Indonesia itu buruk. dengan begitu akan terjadi hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. bila kita kaum terpelajar hanya diam, lantas kepada siapa kita akan menyandarkan kemajuan negeri ini? sudah pasti Anda tahu jawabannya, bukan kemajuan tetapi kesesatan yang semakin menjadi bila kaum tidak berpendidikan yang berbicara.


Hal ini cukup sepele dan mungkin tidak terlalu penting, tetapi menurut saya justru dari hal-hal kecil seperti inilah perubahan secara perlahan menyusup dan mengendap. jikalau orang-orang masih berpikir berulang kali untuk menonton film Indonesia di bioskop, maka saya akan sangat antusias untuk memilah, mengkritisi, dan menonton film Indonesia yang berkualitas. hanya saja susah untuk menemukan partner yang tepat. bagaimana dengan Anda? mari tonton dan dukung perfilman Indonesia




Sumber gambar : 
bean5spilled.wordpress.com
swaragamafm.com

Comments

Popular Posts