Temanku, masa kecilku

menjadi dewasa seperti sekarang ini bukanlah tanpa sejarah. darimana dulu dilahirkan dan dengan siapa dulu bergaul adalah bagian penting dari kehidupan kita saat ini.

teman-teman masa kecil mungkin sudah banyak yang menghilang, mencari jalannya sendiri. sementara kita juga tengah disibukkan dengan mencari jalan kita sendiri. akhirnya pertemuan bahkan untuk saling memikirkan pun mungkin tak sempat. tapi aku patut bersyukur bahwa aku memiliki teman yang begitu peduli. di tengah kesibukankanku saat ini mereka masih tetap menghubungiku, bahkan hanya untuk sekadar menanyakan kabar dan memberi kabar. terlepas dari apa yang dulu pernah kuperbuat dan mereka perbuat terutama yang saling menyakiti bukanlah urusan penting lagi saat ini, kita sudah sama-sama dewasa dan masa lalu itu adalah salah satu kenangan indah bagaimana kita melewatkan masa kecil bersama.

dulu, saat aku menempuh pendidikan sekolah dasar tepatnya, dengan jumlah murid yang terbilang sedikit dan sarana prasarana yang seadanya, aku merasa sangat antusias untuk mengenal dunia luar dan ilmu pengetahuan. membuatku beberapa kali mengikuti kejuaraan dan teman-temanku itulah yang terus mendukungku di sekolah dan di desaku. sekolahku mungkin bukan sekolah terbaik di desaku, entah dari segi kualitas maupun sarana prasarana, tapi aku sangat menyukainya. tempatnya yang agak terpelosok dengan dikelilingi sawah, rel kereta api, lapangan sepakbola, dan rumah penduduk membuat aku dan teman-teman bebas bermain kemana saja. walaupun dengan jumlah murid yang kini makin sedikit dan jumlah guru yang terbatas, aku rasa sekolahku tetap harus dipertahankan mengingat penduduk di sekitar sekolahku tetap harus mengenyam pendidikan. tingkat ekonomi rata-rata penduduk di sekitar sekolahku adalah menengah ke bawah, dimana sebagian keluarga mereka biasanya merantau ke luar kota dan hanya meninggalkan teman-temanku bersama sanak saudara seadanya. namun, saat ini seakan berbalik, banyak masyarakat yang sudah mulai bisa meningkatkan taraf hidup mereka dan kebanyakan menginginkan anak mereka sekolah ke tempat yang lebih baik, contohnya di pusat kabupaten atau kecamatan yang aksesnya lebih mudah dan lebih maju.

setelah lulus sekolah dasar, teman-temanku banyak yang melanjutkan sekolah ke sekolah menengah pertama, tapi ada pula yang putus sekolah. karena terbatasnya pengetahuan dan ekonomi, bisa mengenyam sekolah di tingkat selanjutnya saja mereka sudah merasa sangat bersyukur. aku tahu betapa susahnya beberapa temanku untuk bisa meneruskan sekolah, keinginan mereka untuk terus belajar dan memperbaiki hidup menjadi inspirasiku saat ini. dan setelah beberapa tahun kami tidak saling bertukar kabar maupun bertemu, akhirnya kami dipertemukan kembali akhir-akhir ini. kisah hidup mereka sangat aku apresiasi. kebanyakan temanku tidak melanjutkan ke pendidikan tinggi setelah menyelesaikan sekolah kejurusan maupun sekolah menengah atas. mereka mulai belajar mencari uang dari hasil keringat sendiri. sementara aku?

temanku ada yang menjadi penyanyi dangdut yang biasa tampil di acara pernikahan adat jawa di daerah kami dan daerah sekitarnya. aku mengerti bagaimana dia berusaha menghidupi keluarga dan adiknya, apa yang pernah menimpanya tidak boleh ia tularkan ke adiknya maupun keluarganya, itulah tekadnya. sementara temanku yang lain banyak yang mengikuti jejak keluarga mereka seperti merantau ke kota besar. ada pula yang terpepet putus sekolah di tengah jalan karena alasan menghidupi keluarga. dan kabar bahagia juga sedang dinanti karena salah satu temanku akan menikah oktober nanti. apapun yang mereka lakukan saat ini aku berharap mereka tetap senantiasa diberikan berkah dan semangat. tanpa mereka aku tidak akan seperti ini.

aku sungguh merasa sangat senang bahwa mereka merasa senang bertemu denganku. bagi mereka, mungkin aku adalah salah satu wujud perwakilan mereka dan harapan mereka untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah. mereka terlihat senang memiliki teman sepertiku, begitu pula sebaliknya aku tak ingin mengecewakan mereka. harapan untuk mengabdi di tanah kelahiranku kelak menjadi cita-cita baru yang mengalahkan cita-cita besarku sebelumnya, menjadi astronot atau tinggal di luar negeri (akan tetap menjadi salah satu cita-cita kecilku).



Thanks God that you make me as one of their best friend and they as my true friend.

Comments

Popular Posts