Sederhana
1 bersahaja, tidak berlebih-lebihan; 2 sedang (dalam arti pertengahan, tidak tinggi, tidak rendah, dsb); 3 tidak banyak seluk-beluknya (kesulitan dsb), tidak banyak pernik, lugas. Seperti itulah definisi sederhana menurut referensi terpercaya yang saya baca. Sederhana bukan berarti biasa-biasa saja, bukan berarti membosankan, dan bahkan bukan pula berarti minimalis. Tetapi sederhana itu ....
Menjalani hari-hari dengan berbagai aspek yang datang silih berganti membutuhkan kesederhanaan. Kesederhanaan itu tidak berlebihan, apalagi mahal. Semua ada pertimbangannya. Ketika kita menginginkan sesuatu yang lebih, tentu kita harus berkorban lebih. Namun bukan berarti 'lebih' adalah out of simplicity. Justru dengan melakukan dan mendapatkan sesuatu yang lebih itu dapat kita maknai sebagai rezeki, bukan untuk berfoya-foya dan sebagainya. Lantas bagaimana dengan kelebihan itu bisa kita namakan kesederhanaan? Jika kita menggunakannya di waktu, tujuan, dan tempat yang tepat. Kita tak perlu menutupi apa yang kita punya karena kesederhanaan tiap orang berbeda dan itu bersifat dinamis. Selama kita percaya bahwa kita menggunakan apa yang kita punya dengan benar dan tepat, maka kita tak perlu ragu bahwa kesederhanaan itu ada pada diri kita. Sesuatu yang dianggap terbaik oleh lingkungan kita belum tentu terbaik untuk diri diri kita sendiri.
Masih dalam konteks out of simplicity, sederhana bukan pula berarti kurang. Ketika orang lain menganggap kita dalam keadaan yang kurang (bisa dilihat dari segi apapun, misalnya kemampuan pola pikir), kita tak perlu khawatir dengan penilaian tersebut. Gunakan apa yang kita punya dengan maksimal, dan lakukan lebih untuk mendapatkan apa yang kita tidak punya. Jangan sekali-kali menyesali apa yang kita tidak punya. Just believe it and you'll see how beautifull life is.
Pada akhirnya kesederhaan adalah sumber dari segalanya, dari yang sederhana akan kembali menjadi sederhana. Namun, untuk menemukan kesederhanaan yang sebenarnya itu terkadang kita harus melakukan hal yang rumit terlebih dahulu, seperti misalnya kita mengerjakan soal matematika. Kita memahami soalnya, lalu mengaplikasikan rumus yang pernah diajarkan. Ketika kita mendapati soal serupa namun lebih kompleks dan tidak hanya dibutuhkan satu rumus saja untuk dapat menyelesaikannya, maka mau tidak mau kita harus mengotak-atik dan berpikir lebih keras untuk mendapatkan bentuk yang sesuai dengan rumus akhir tersebut. Disinilah kita akan merasa bahwa itu rumit. Namun, setelah kita mendapatkan hasil akhirnya, kita akan merasa lebih puas. Kita akan dapat menarik kesimpulan dan hubungan dari rumus dasar tersebut dengan variasi soal yang kita dapatkan. Kesederhanaan berawal dari kesederhanaan. Ada pula bidang seni yang bila kita amati juga membutuhkan aspek sederhana dalam karya-karyanya. Misalkan saja dalam bidang desain pakaian. Menurut saya sederhana tetapi nyaman, berseni, dan elegan adalah yang terbaik.
Banyak orang bilang bahagia itu sederhana, kreativitas itu sederhana, sederhana itu hebat, dan lain sebagainya, Namun satu kata lain untuk mendefinisikan sederhana menurut saya adalah hidup. Kenapa harus hidup? Apa hubungannya hidup dengan sederhana? Kenapa saya selalu mengaitkan dengan kehidupan? Well, hidup berarti kompleks, bukan rumit. Kompleks adalah menyeluruh dan terdiri dari berbagai aspek. Begitu pula sederhana dan kesederhanaan itu sendiri. Ia kompleks, tak bisa dilihat dari satu sisi saja. Seni butuh kesederhanaan, tulisan butuh kesederhanaan, pemahaman butuh kesederhanaan, proses butuh kesederhanaan, pemikiran butuh kesederhanaan. Saya menyukai semua tentang kehidupan karena dari situlah saya belajar.
Menjalani hari-hari dengan berbagai aspek yang datang silih berganti membutuhkan kesederhanaan. Kesederhanaan itu tidak berlebihan, apalagi mahal. Semua ada pertimbangannya. Ketika kita menginginkan sesuatu yang lebih, tentu kita harus berkorban lebih. Namun bukan berarti 'lebih' adalah out of simplicity. Justru dengan melakukan dan mendapatkan sesuatu yang lebih itu dapat kita maknai sebagai rezeki, bukan untuk berfoya-foya dan sebagainya. Lantas bagaimana dengan kelebihan itu bisa kita namakan kesederhanaan? Jika kita menggunakannya di waktu, tujuan, dan tempat yang tepat. Kita tak perlu menutupi apa yang kita punya karena kesederhanaan tiap orang berbeda dan itu bersifat dinamis. Selama kita percaya bahwa kita menggunakan apa yang kita punya dengan benar dan tepat, maka kita tak perlu ragu bahwa kesederhanaan itu ada pada diri kita. Sesuatu yang dianggap terbaik oleh lingkungan kita belum tentu terbaik untuk diri diri kita sendiri.
Masih dalam konteks out of simplicity, sederhana bukan pula berarti kurang. Ketika orang lain menganggap kita dalam keadaan yang kurang (bisa dilihat dari segi apapun, misalnya kemampuan pola pikir), kita tak perlu khawatir dengan penilaian tersebut. Gunakan apa yang kita punya dengan maksimal, dan lakukan lebih untuk mendapatkan apa yang kita tidak punya. Jangan sekali-kali menyesali apa yang kita tidak punya. Just believe it and you'll see how beautifull life is.
Pada akhirnya kesederhaan adalah sumber dari segalanya, dari yang sederhana akan kembali menjadi sederhana. Namun, untuk menemukan kesederhanaan yang sebenarnya itu terkadang kita harus melakukan hal yang rumit terlebih dahulu, seperti misalnya kita mengerjakan soal matematika. Kita memahami soalnya, lalu mengaplikasikan rumus yang pernah diajarkan. Ketika kita mendapati soal serupa namun lebih kompleks dan tidak hanya dibutuhkan satu rumus saja untuk dapat menyelesaikannya, maka mau tidak mau kita harus mengotak-atik dan berpikir lebih keras untuk mendapatkan bentuk yang sesuai dengan rumus akhir tersebut. Disinilah kita akan merasa bahwa itu rumit. Namun, setelah kita mendapatkan hasil akhirnya, kita akan merasa lebih puas. Kita akan dapat menarik kesimpulan dan hubungan dari rumus dasar tersebut dengan variasi soal yang kita dapatkan. Kesederhanaan berawal dari kesederhanaan. Ada pula bidang seni yang bila kita amati juga membutuhkan aspek sederhana dalam karya-karyanya. Misalkan saja dalam bidang desain pakaian. Menurut saya sederhana tetapi nyaman, berseni, dan elegan adalah yang terbaik.
Banyak orang bilang bahagia itu sederhana, kreativitas itu sederhana, sederhana itu hebat, dan lain sebagainya, Namun satu kata lain untuk mendefinisikan sederhana menurut saya adalah hidup. Kenapa harus hidup? Apa hubungannya hidup dengan sederhana? Kenapa saya selalu mengaitkan dengan kehidupan? Well, hidup berarti kompleks, bukan rumit. Kompleks adalah menyeluruh dan terdiri dari berbagai aspek. Begitu pula sederhana dan kesederhanaan itu sendiri. Ia kompleks, tak bisa dilihat dari satu sisi saja. Seni butuh kesederhanaan, tulisan butuh kesederhanaan, pemahaman butuh kesederhanaan, proses butuh kesederhanaan, pemikiran butuh kesederhanaan. Saya menyukai semua tentang kehidupan karena dari situlah saya belajar.
Simplicity is the ultimate form of sophistication Leonardo da Vinci
Comments
Post a Comment