Kriminalitas, haruskah disiarkan?
Sebenarnya apa yang memunculkan niat saya untuk menulis kali ini adalah mengenai bidang penyiaran di Indonesia. Sebagai penikmat televisi (walaupun jarang, dan saya bersyukur akan hal itu), saya merasa masih banyak acara dan program-program di stasiun televisi yang isi dan kemasannya kurang. Maksud saya 'kurang' disini adalah dilihat dari segi konten, kreativitas, komersilitas, dan edukasi. Namun, kali ini saya hanya akan mengulas tentang sesuatu yang paling mengusik pikiran saya, siaran mengenai tindak kriminalitas.
Yang sangat ingin saya sampaikan adalah pandangan dari segi pendidikan. Sebagai sarana edukasi, saya merasa kurang setuju dengan adanya berita kriminal yang setiap hari muncul di televisi. Sebenarnya tujuan dari berita-berita tersebut bagus, yaitu mengedukasi masyarakat untuk tidak melakukan hal serupa dan meningkatkan kewaspadaan. Namun, menurut saya semua berita kriminal tersebut haruslah disaring terlebih dahulu. Tidak semua berita kriminal lantas dimunculkan di media massa yang hampir sebagian masyarakat memilikinya, karena tidak semua lapisan masyarakat dan individu dapat menangkap maksud positif dari berita serupa. Bukannya tidak mungkin adanya berita kriminal tersebut dapat menimbulkan dan memicu niatan serupa di wilayah lain di nusantara. Justru hal tersebut sangat mungkin terjadi karena masyarakat menjadi tahu dan lebih berani melihat kenyataan bahwa ternyata di luar sana ada orang yang melakukan tindakan tersebut terlebih dahulu sehingga tindakan itu dapat bersifat motivatif untuk orang lain. Ketika berita seperti itu disiarkan setiap hari, maka akan membuat pandangan masyarakat terhadap tindakan tersebut menjadi biasa, bahkan muncul banyak inovasi dalam hal kriminalitas karena masyarakat mampu mempelajari kekurangan dari aksi kriminal yang disiarkan di televisi tanpa memerdulikan hukuman yang akan dia dapat dan efek negatif bagi lingkungan di sekitarnya bila ia melakukannya. Contoh nyata yang semua tahu misalnya kasus pornografi yang dilakukan ariel cs dapat memicu gairah orang yang menontonnya, alhasil setelah menonton video tersebut muncullah beberapa berita pemerkosaan di kalangan masyarakat. Adapula kasus aborsi yang semakin marak dan kasus pembunuhan yang semakin tidak jelas motifnya terus-menerus terjadi dan disiarkan. Sungguh miris.
Lantas, apa yang seharusnya dilakukan? Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, haruslah ada penyaringan terhadap berita kriminalitas yang akan disiarkan jika memang tujuan utama stasiun televisi adalah edukasi masyarakat. Berita kriminalitas yang sangat fatal, merugikan banyak orang, dan mendapatkan hukuman yang setimpal di pengadilan layak untuk dipertontonkan, misalnya kasus Sumanto. Selain itu, edukasi dalam hal kriminalitas ini dapat dilakukan dengan menyusun program televisi yang kontennya berkutat pada pencegahan, bukan akibat.
Mengurangi dan menjaga dari tindak kriminalitas di masyarakat tidak hanya tugas dan tanggung jawab tiap individu, tetapi juga sistem, lingkungan, dan pemerintah yang berada di sekitarnya. Jadi, akankah anda turut berperan?
Comments
Post a Comment