aku dan kedewasaanku

Am I growing up to be an adult now?

Suatu kata yang terasa masih jauh dari pikiran saya. Namun, menurut saya tak salah jika orang-orang menyebut bahwa tua itu adalah takdir dan menjadi dewasa adalah sebuah pilihan. Kadang saya berpikir 'sepertinya menyenangkan jika kita bisa terus berpikir seperti seorang anak-anak' dan kadang pula saya berpikir 'menjadi seseorang yang dewasa adalah sesuatu yang hebat'. Ya, dua pemikiran tersebut merupakan dunia yang berbeda satu sama lain. Ketika kita  memilih untuk menjalani sebuah karakter yang kekanak-kanakan sementara kita sendiri sudah dianggap 'cukup gedhe' oleh lingkungan, rasanya menjadi kurang pas dan begitu pula sebaliknya.

Banyak yang memiliki pendapat mereka sendiri mengenai definisi kedewasaan, dan banyak pula para ilmuwan yang mencoba mendefinisikan kata tersebut. Sebagai contoh saya ambil definisi dari G.W. Alport tentang perkembangan psikologi manusia, beliau menulis bahwa kita bisa dikatakan dewasa bila kita mampu memosisikan diri kita sebagai orang lain, mampu memandang diri kita secara objektif, dan memiliki falsafah hidup sendiri.

Sebelum berlanjut berpikir mengenai kedewasaan itu sendiri, ada saat dimana kita merasa bingung oleh pemikiran mengenai 'who am I?'. Banyak yang bilang bahwa masa menuju dewasa adalah masa dimana kita mencari jati diri kita. Kita mulai menerka-nerka, apakah kita seperti yang kita lihat atau seperti apa yang orang lain lihat. Sejujurnya, hal tersebut sangatlah berpengaruh kepada kepribadian kita karena kita adalah apa yang kita pikirkan. Namun, mungkin pernah terbayang oleh kita bahwa kita ingin menjadi seperti dia yang jago berbicara, atau ingin menjadi seperti dia yang pandai dalam pelajaran, atau ingin menjadi seperti dia yang orangnya easygoing dan sangat menikmati keadaan, atau kemungkinan-kemungkinan lain yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak salah memang bila pada fase tersebut kita menjadi mudah terpengaruh dan senang mencoba hal-hal baru. Menurut saya, hal itu merupakan suatu penyesuaian diri dalam mengembangkan potensi dan minat yang dimiliki karena banyak orang yang sebenarnya belum tau dimana letak keistimewaannya. Nah, melalui coba-coba itulah kita menjadi mengerti dan tahu apa yang kita inginkan dan apa yang bisa kita lakukan, sehingga hal tersebut dapat menjadi pegangan hidup dan prinsip ke depannya.



Kedewasaan seseorang tidak bisa dilihat dari cara dia berjalan, gaya berbicara, selera musik, gaya berpakaian dan hal-hal yang terlalu gampang untuk dibuat-buat lainnya, kedewasaan seseorang hanya dapat dilihat dari kebijaksanaannya dalam menentukan pilihan (Alexius Acchnur)



Sumber gambar :
ehow.com
jenahara.wordpress.com

Comments

Popular Posts