When Precision and Patience Required

Tahu kan bagaimana rasanya mengalami penyesalan karena mengerjakan ujian dengan tidak teliti sehingga apa yang sebenarnya bisa kamu jawab dengan benar menjadi salah?

"He that can have patience can have what he will" (Benjamin Franklin)
 Sangat disayangkan memang ketika kita menyadari bahwa apa yang seharusnya bisa kita maksimalkan menjadi tidak maksimal karena suatu hal yang sangat sepele, ceroboh. Ceroboh, ya  kurang kesabaran, ketelitian, dan kehati-hatian. Padahal ketiga hal yang baru saja saya sebut disamping sangatlah penting dalam suatu proses dan ketiganya saling berhubungan. Ketika kita merasa tidak sabar, segala perbuatan yang kita lakukan akan sia-sia. Perasaan terburu-buru membawa kita kepada prasangka yang membutakan. Ketika melakukan segala sesuatu dengan cepat tanpa memperhatikan atau fokus pada apa yang kita lakukan maka akan ada banyak hal yang kita lewatkan, sehingga proses yang kita lakukan menjadi tidak sempurna dan akhirnya kita kecewa karena hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan sebelumnya. Itulah yang saya maksud dengan ketidaktelitian dan ketidakhati-hatian, sehingga dapat saya katakan bahwa menghargai suatu proses itu sangatlah perlu.

Teringat akan nasihat dari guru saya, beliau mengatakan 'Nikmati saja prosesnya sehingga kamu dapat berkembang, kalau masalah kesuksesan itu adalah sebuah bonus'. Setelah saya pikir-pikir ternyata itu mengandung makna yang luar biasa. Ketika kita menikmati sebuah proses dengan kesabaran, akan ada banyak hal yang kita dapatkan, setidaknya proses yang kita lakukan memberikan dampak positif kepada kita dan mengenai tujuan akhir itu adalah kehendak-Nya. Namun, lain halnya jika kita hanya berorientasi pada tujuan, kita menjadi seperti robot yang terkekang, apa yang kita inginkan pada akhirnya belum tentu terwujud dan proses yang telah dilewati hanyalah sebagai angin lalu. Kalau secara matematis, perbandingan perolehan maksimal dari kedua hal diatas adalah 2:1. Bedanya terasa bukan?

Comments

Popular Posts