Mengejar Batas Kewajaran

Ketika setiap orang mendapatkan hal demi hal dalam kehidupan ini ....

Apa yang kita torehkan adalah seperti apa yang akan kita peroleh. Percaya atau tidak percaya, tapi inilah hukum alam. Semua mendapatkan apa yang pantas untuk dirinya, termasuk kesedihan dan kesenangan. Apa yang diupayakan dan apa yang tidak diupayakan akan memperoleh balasan masing-masing. Semuanya adil dan menyenangkan saya kira -tak bisa dipungkiri rasa bersyukur tetap menjadi kunci utama kebahagiaan di dunia-.

Ini tentang perjuangan. Cerita dari mereka, para pejuang.
Seperti yang kita ketahui bahwa manusia diciptakan dengan penuh perbedaan, termasuk dalam kemampuan mengolah diri, bakat, dan minat. Tak ada yang sempurna, selalu ada saja kekurangan dibalik kelebihan setiap manusia. Tetapi dunia berkata 'nothing is impossible'. Mungkin si dia adalah orang yang sangat pandai, sehingga tak heran bila ia bisa memperoleh pencapaian tersebut. Namun di lain sisi yang berkebalikan, seseorang dengan kemampuan yang sangat minim dapat memperoleh pencapaian tersebut dengan kerja keras dan kekonsistenannya. Atau ada lagi orang lain yang memperoleh pencapaian tersebut dengan faktor keberuntungan. Tak ada yang aneh dengan hal itu semua, sudah sangat jelas terlihat dari setiap segi kehidupan dan semua itu terlihat wajar ketika kita mengetahuinya. Namun, ketika kita menganggapnya sebagai suatu keajaiban, itu sebenarnya adalah suatu kalimat ambigu. Kenapa ambigu? Pertama, kita menganggapnya sebagai sesuatu yang amazing karena kita belum pernah melihatnya dengan mata kepala kita sendiri atau mungkin kita belum pernah melakoninya, sehingga ketika kita mengetahuinya pertama kali, kita akan merasakan hal tersebut sebagai sesuatu yang baru dan memukau yang mungkin belum pernah terpikirkan. Dan yang pokok dari yang pertama ini adalah hal tersebut tidak membuat kita berkembang, namun stagnan dan penuh khayalan karena ketakjuban sesaat. Saya sebut hal itu sebagai sebuah kamuflase kehidupan. Kedua, kita menganggapnya sebagai sesuatu yang ajaib dan memukau karena memang kita menjalani kehidupan ini sebagai sebuah kejaiban, sehingga setiap hal baru dan pengalaman baru yang kita peroleh akan kita proses lebih lanjut dan kita syukuri.

Jadi, jika dunia ini hidup dengan penuh kewajaran, maukah anda mengejar batas kewajaran tersebut untuk mencapai tujuan anda?

Comments

Popular Posts