A Game Called Life

"Kalau saya boleh mengartikan, maka hidup itu berarti bebas. Ada kehidupan berarti harus ada kebebasan, bila anda tidak menemuinya maka ciptakanlah."


Setidaknya itulah kalimat inti yang dapat saya ungkapkan mengenai hidup dan kehidupan. Apakah kita harus menempuh pendidikan di sekolah selama kita hidup? Apakah kita harus bekerja setelah kita selesai menempuh pendidikan? atau lebih sederhananya, haruskah kita bekerja? Apakah harus kehidupan kita berorientasi pada uang, dimana banyak orang mengartikan bahwa memang uang bukan sumber kebahagiaan tetapi dengan uang kita bisa membeli segalanya? haruskah? dengan sangat tegas saya katakan 'tidak'. Kehidupan tidak menuntut akan itu semua.

Anda tidak perlu berpatok atau memiliki mindset bahwa kita lahir kemudian kita akan sekolah sekitar umur 5 tahun, setelah lulus kuliah lalu mencari kerja, berumah tangga, dan seterusnya. Menurut saya itu bukan hidup, hidup itu bebas tapi memiliki pegangan. Hidup hadir membawa visi. Kita hidup bukan untuk itu semua, melainkan kita hidup untuk mencari bekal di kehidupan seterusnya. Atau dengan kata lain selama kita hidup kita harus selalu belajar untuk menjadi yang lebih baik. Belajar bisa dimana saja, dari siapa saja, kapan saja, dan ilmu apa saja. Jika anda tidak bisa belajar walaupun dari hal yang paling kecil dalam kehidupan ini setiap harinya, meskipun anda bersekolah, maka saya akan mengatakan kalau anda sedang berhenti untuk hidup, karena hidup hakekatnya untuk belajar.
"Tum Spiro, Spero. Selama kita bernafas, kita berusaha."
Anda bisa tidak bersekolah ataupun tidak bekerja dalam hidup ini (notabene hal ini masih menjadi mindset di kalangan banyak), anda bebas, asalkan anda produktif dalam hidup anda. Jika anda tidak bersekolah mungkin anda bisa memilih jalan alternatif untuk mengambil kursus, mengembangkan bakat, dan banyak hal. Selanjutnya anda lebih memilih untuk berkarya di masa yang akan datang. Itu tidak masalah, itu juga termasuk kehidupan. Inilah yang saya maksud dengan kehidupan yang bebas, anda tidak terpaku pada kultur yang sudah umum, yang notabene menjadi pengekang bagi manusia untuk berpikir bahwa masih banyak jalan yang bisa kita tempuh untuk menghidupkan kehidupan.


Bersyukurlah mereka yang bisa merasakan kehidupan yang bebas, kehidupan yang ingin mereka miliki, karena masih banyak orang di luar sana yang terkekang untuk memiliki cerita dan kehidupannya sendiri. Dan menjadi orang yang tidak bebas itu sangat tidak menyenangkan, anda akan merasa seperti orang mati.


Permainan yang menyenangkan bukan? Selamat bermain dan jadilah pemenang :)


"Kadangkala Allah hilangkan mentari, kemudian Dia datangkan guruh. Puas kita menangis, mencari mana mentari kita. Rupa-rupanya Allah hendak hadiahkan kita pelangi yang indah. Sabarlah duhai insan, ada kemanisan disebalik kepahitan ini."

Comments

Popular Posts